Hybrid Fiber Coaxial Technology
Hybrid Fiber Coaxial Technology
Ada yang pernah dengar hewan ini? Well, kebetulan sayah si cupu ini mendapat amanah (ceileh) untuk belajar morfologi maupun fisiologi nih hewan HFC (Hybrid Fiber Coaxial). Hewan ini diberi nama HFC karena dia merupakan anak haram eh salah anak soleh dari pasangan teknologi Fiber (Kabel Optik) serta teknologi Coax (kabel tembaga).
Salah satu implementasi perangkat dari HFC adalah cable modem, menurut studi yang dilakukan oleh bell Atlantic perlengkapan HFC dapat menyalurkan suara telepon, 37 channel tv analog, 188 channel tv digital dan plus 464 channel tambahan lagi. Intinya dengan teknologi ini 1 kabel modem bisa dimanfaatkan oleh voice, video maupun data ato yg lebih dikenal sebagai convergence technology (sampai kepuntir lidah sayah). Teknologi convergence ini dah distandarisasi dengan aturan IEEE 802.14.
Cable Modem adalah suatu perangkat modulasi dan demodulasi yang memungkinkan pengaksesan Internet dengan kecepatan tinggi melalui jaringan Cable TV (CATV). Akses Internetnya diperkirakan upto 28,8 Kbps; 33,6 Kbps; 56 Kbps, saat ini Cable Modem memungkinkan transport downstream dengan kecepatan pengiriman data sampai 27 Mbps dan akses upstream dengan rate sampai dengan 10 Mbps.
Sebagai perbandingan, suatu file sebesar 3 MB memerlukan waktu download ± 7 menit dengan kecepatan modem analog 56 Kbps, sedangkan Cable Modem dengan kecepatan transfer 8 Mbps hanya membutuhkan waktu 3 detik. Apalagi buat donlod videonya ariel VS luna VS cut tari, cemen men, sekejap matah sung slesei
.
Inti dari konsep teknologi ini adalah permainan modulasi/demodulasi sinyal RF analog. Jadi pada tubuh HFC, data yang dikirim dimodulasikan ato dirubah menjadi gelombang, yah modulasi intinya merubah data pada paket2 ip yang berupa bit2 menjadi sinyal RF (kalo saya cerita bakal butuh 1 semester dgn bobot 4 sks, jiah jadi inget masa2 jadi dosen neh
). Trus nanti gelombang yg membawa data tadi ditangkap kemudian dirubah kembali menjadi data IP seperti sedia kala ato bahasa kerennya demodulasi, kalo anda pernah belajar teknologi xDSL maka mirip2 gitulah
.
Untuk mengirim data melalui jaringan kabel coax, alokasi frekuensi downstream yg dibutuhkan umumnya 51-862 MHz dan alokasi frekuensi upstream pada 5-40 MHz. Secara teoritis dengan HFC diperkirakan 64 Kbps – 1,5 Mbps tapi ini juga tergantung kepadatan traffic dan tukang donlod di lingkungan internet anda
.
Dibawah ini adalah contoh bentuk jaringan HFC.
Jaringan HFC terdiri dari beberapa bagian, disini sayah cuma jabarin yang main systemnya aja:
1. Head End
Terdiri dari TV Broadcast Headend, Video Interactive headend, cable data headend, cable telephony headend, combiner, splitter,converter.
2. Jaringan Serat Optik
Jaringan yang digunakan di Indonesia adalah FSA (Fiber Serving Area). Secara teoritis sih panjang serat optik yg bisa ditarik sepanjang 50 Km.Serat optik memiliki kelebihan seperti :
-Tahan terhadap noise, gangguan-gangguan gelombang-gelombang elektromagnetik
-Memiliki pelemahan yang lebih kecil sehingga sedikit sekali diperlukannya amplifier optik.
-Jangkauan suhu yang layak dan tidak bergantung pada frekuensi RF
-Bandwidth yang lebar
-Pemeliharaan yang lebih sederhana
Pada jaringan serat optik terdapat fiber node, letak fiber node ini terletak di dekat wilayah2 yang dilayani. Fungsi dari fiber node ini dia bertanggungjawab mengubah gelombang optik ke elektrik pada sisi downstream kemudian dari elektrik ke optik pada sisi upstream.
3. Jaringan Kabel Tembaga
Jaringan kabel tembaga dimulai dari fiber node hingga ke pengguna yang berada di perumahan, apartemen, perkantoran, gedung-gedung bertingkat dan lainnya Amplifier, Coupler, Tap Off, Splitter yang digunakan bukan satu arah lagi, tapi dua arah (Downstream dan Upstream) dan jangkauan frekuensi dari 5 MHz sampai dengan 862 MHz bahkan 1 GHz. Pada jaringan tembaga terdapat amplifier, trunk , feeder dan drop drop. Fungsi dari berbagai perangkat tersebut silahkan cari sendiri,capek nulis dan neranginnya.
Sebenernya simple sih tuh teknologi dibuat cuma untuk menyelamatkan jaringan kabel yang terlunta – lunta, ya tahu ndirilah Indonesia, selama tuh perangkat belum rusak ato hancur kita pakek teruuusssss… Mirip kayak kopaja dan metromini di Jakarta
Sumber : Dicopas dari berbagai sumber, 100% not original
Penulis : Engineer kurang kerjaan






